KALAMOEDA.COM, BANDUNG — Forum OSIS SMK Jawa Barat (FOS Jabar) resmi melantik kepengurusan Jilid 7 dalam acara yang digelar di SMKN 12 Bandung. Pelantikan ini menjadi momen serah terima jabatan dari kepengurusan Jilid 6 kepada pengurus baru yang akan melanjutkan roda organisasi di tingkat provinsi.
Acara berlangsung dengan rangkaian sambutan, prosesi pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab), hingga penampilan hiburan sebagai penutup. Meski tanpa tema khusus, kegiatan ini tetap terasa sakral karena menjadi penanda resmi dimulainya kepengurusan baru.
Ketua Pelaksana, Salsha Kaila dari SMKN 1 Cimahi, menyampaikan bahwa pelantikan kali ini memang difokuskan sepenuhnya pada proses pengukuhan dan regenerasi.
“Untuk pelantikan kali ini memang tidak ada tema besar, karena fokusnya ke pelantikan dan serah terima jabatan dari Jilid 6 ke Jilid 7,” jelas Salsha saat diwawancarai tim Kala Moeda pada Rabu, (11/02/2026).
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara formal biasa, tetapi bentuk pengesahan resmi kepengurusan baru yang akan menjalankan amanah ke depan. Kegiatan ini melibatkan panitia dari Jilid 6, pengurus Jilid 7, pembina OSIS dari berbagai sekolah, Dewan Pembina, Dewan Pembimbing, serta turut dihadiri Kepala SMKN 12 Bandung.
Persiapan acara sendiri sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Tantangan terbesar yang dirasakan panitia adalah koordinasi jarak, mengingat pengurus berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Karena kita tersebar se-Jawa Barat, tantangannya memang komunikasi. Tapi kita saling mengingatkan dan tetap menjaga koordinasi supaya acara ini bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Ketua Umum FOS Jabar Jilid 7 yang baru dilantik, Mochammad Chalid Abdul Aziz Arrasyid, menyampaikan pandangannya mengenai arah kepengurusan ke depan. Ia ingin membawa semangat inovasi bagi pelajar SMK.
“Saya ingin generasi muda tidak hanya berpatok pada hal-hal yang sudah ada. Kita harus berani membuat inovasi baru. Berpikir kritis itu penting, tapi juga harus diimbangi dengan open mindset,” jelas Chalid saat diwawancarai tim Kala Moeda pada Rabu, (11/02/2026).
Menurutnya, keterlibatan pelajar SMK dalam forum seperti ini menjadi penting karena membuka ruang belajar yang lebih luas dibandingkan hanya aktif di sekolah masing-masing.
“Kalau hanya di sekolah saja, mungkin ilmunya itu-itu saja. Di forum ini kita bisa belajar dari OSIS lain, menambah pengalaman dan relasi. Networking itu penting,” tambahnya
Untuk langkah awal, kepengurusan baru akan memfokuskan penguatan di internal pelajar terlebih dahulu sebelum meluas ke masyarakat. Salah satu rencana yang disampaikan adalah program kolaborasi donasi lintas wilayah sebagai bentuk solidaritas antar-SMK di Jawa Barat.
Sementara itu, Dewan Pembimbing FOS Jabar, Taufik Firmansyah, menekankan pentingnya nilai kedisiplinan, tanggung jawab, etika sosial, dan nilai ketuhanan dalam menjalankan kepemimpinan.
Ia menyebut Forum OSIS SMK Jawa Barat memiliki peran strategis karena menjadi wadah yang menghimpun OSIS SMK se-Jawa Barat, bahkan menjadi pelopor terbentuknya forum serupa di berbagai provinsi di Indonesia.
Menurutnya, forum ini juga menjadi ruang pengembangan soft skill yang tidak selalu didapatkan di kelas, seperti public speaking, menulis, mendengar, hingga kepemimpinan. Hal tersebut penting sebagai bekal setelah lulus, baik untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.
Pelantikan ini sekaligus menjadi bukti bahwa regenerasi organisasi berjalan dengan baik. Dengan dilantiknya Jilid 7, FOS Jabar diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi, belajar, dan berkarya bagi pelajar SMK di Jawa Barat.
Cintiani Nuraeni telah berkontribusi pada penulisan ini







