KALAMOEDA.COM — Maraknya aksi tawuran antar pelajar yang kembali meresahkan masyarakat belakangan ini, ternyata memiliki motif baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan lagi semata-mata soal perebutan wilayah atau dendam antar sekolah, melainkan demi kebutuhan konten media sosial agar viral.
Berdasarkan data yang dihimpun tim Kala Moeda dari berbagai kasus viral awal tahun 2026, pola tawuran kini berubah drastis. Seperti insiden penyiraman air keras di Jakarta Pusat hingga kasus bom molotov di Kalimantan Barat, semuanya memiliki benang merah yang sama: Eksistensi Digital.
Para pelaku kerap melakukan “janjian” melalui Direct Message (DM) Instagram, dengan syarat wajib adanya perekaman video saat aksi berlangsung. Fenomena ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian yang menyebut bahwa admin media sosial kini berperan sebagai provokator utama.
Mengutip pernyataan Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Josua Sitompul, dalam berbagai kesempatan menyoroti bahwa motif tawuran kini bergeser menjadi ajang aktualisasi diri yang salah. Pelajar merasa “gagah” jika aksinya ditonton ribuan orang.
“Para pelaku tawuran ini biasanya memiliki peran masing-masing. Ada eksekutor, ada joki, dan sekarang ada peran baru yaitu ‘kameramen’. Tujuannya jelas, untuk diposting di media sosial sebagai bukti kekuatan kelompok mereka,” ungkap pihak kepolisian dalam rilis pers penanganan kasus tawuran remaja.
Fenomena ini juga memicu keresahan di kalangan pelajar yang tidak terlibat. “Ngeri banget sih. Jujur jadi takut kalau pulang sekolah agak sore. Soalnya mereka itu kan nyari musuhnya acak, kadang cuma buat pamer di story,” ujar Rian, salah seorang siswa SMA di Bandung kepada Kala Moeda (Netizen/Voxpop).
Pihak kepolisian menegaskan akan memperketat sanksi. Pelajar yang terlibat, terutama yang membawa senjata tajam atau air keras, terancam pidana penjara dan catatan kriminal (SKCK) yang akan menghambat masa depan mereka.
DAFTAR SUMBER BERITA
- megapolitan.kompas.com
- humas.polri.go.id
- tribratanews-polrescirebon.com
- detik.com







