Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Breaking News

Ribuan pelajar terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.

badge-check


					Ilustrasi siswa SMP. Puluhan ribu siswa di Kota Bandung, terindikasi mengalami gangguan mental setelah dilakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode Agustus hingga Oktober 2025. (Sumber Foto: Pinterest) Perbesar

Ilustrasi siswa SMP. Puluhan ribu siswa di Kota Bandung, terindikasi mengalami gangguan mental setelah dilakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode Agustus hingga Oktober 2025. (Sumber Foto: Pinterest)

KALAMOEDA.COM — Pernah nggak sih kalian ngerasa burnout, cemas berlebihan, atau sedih tanpa alasan yang jelas pas lagi sekolah? Kalau iya, please jangan diabaikan, karena ternyata kalian nggak sendirian.

Fakta mengejutkan baru aja diungkap Pemerintah Kota Bandung. Berdasarkan hasil skrining kesehatan gratis yang dilakukan baru-baru ini, ternyata kondisi kesehatan mental pelajar di Bandung lagi nggak baik-baik aja.

Hampir 50% Pelajar “Kena Mental”
Dari total 148.239 pelajar yang diperiksa, sebanyak 71.433 siswa (48,19%) terindikasi punya masalah kesehatan mental. Gila nggak tuh? Itu hampir separuh isi sekolah kalian!
Kepala Diskominfo Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, bilang kalau temuan ini paling menonjol di jenjang SMP. Bayangin, 49,09% siswa SMP menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental.
Biar lebih jelas, nih breakdown datanya buat anak SMP:
76,46% ngalamin anxiety (kecemasan) ringan.
7,89% terindikasi anxiety berat.
15,23% ngalamin depresi ringan.
7,42% udah masuk kategori depresi berat.

Anak SD Ternyata Lebih Parah Persentasenya?
Yang bikin makin miris, ternyata adik-adik kita di SD juga rentan banget. Dari 80 ribuan siswa SD yang diperiksa, 53,75% terindikasi punya masalah kesehatan jiwa (didominasi cemas & depresi ringan).

Sementara buat kalian yang di SMA, angkanya tercatat 25,79%, dan teman-teman kita di SLB mencapai 48,51%.
Lampu Kuning: Guru BK Aja Nggak Cukup!

Melihat angka-angka serem ini, Anggota Majelis Psikolog Himpsi Jabar, M. Ilmi Hatta, ngasih peringatan keras. Katanya, kondisi ini udah masuk kategori “Lampu Kuning”.
Menurut Pak Dosen Psikologi Unisba ini, keberadaan Guru BK di sekolah itu penting, tapi kewenangannya terbatas. Buat kasus yang berat, Guru BK nggak bisa kerja sendirian.
“Untuk kasus-kasus tertentu yang cukup berat tidak bisa hanya ditangani guru BK, harus ada psikolog yang turun langsung memberikan intervensi dan terapi…” — M. Ilmi Hatta.
Solusinya: Psikolog Masuk Sekolah & Edukasi Ortu

Terus solusinya gimana? Nggak cuma didiemin kok. Himpunan Psikologi (Himpsi) rencananya bakal kolab sama Dinas Pendidikan buat nurunin psikolog ke sekolah-sekolah.
Nggak cuma muridnya yang dibenerin, orang tua juga bakal diedukasi. Nanti bakal ada psikoedukasi buat ortu biar mereka paham cara mendidik dan mendampingi anak yang mental health-nya lagi keganggu. Jadi, harapannya nggak ada lagi tuh ortu yang bilang “Ah, kamu kurang ibadah doang” kalau anaknya curhat soal depresi.

Note dari Kala Moeda: Buat kalian yang ngerasa ada di angka statistik di atas, it’s okay to seek help. Jangan self-diagnose, tapi coba ngobrol sama profesional atau orang dewasa yang kalian percaya ya!

Sumber:

https://www.tempo.co
https://bandung.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor!

10 March 2026 - 12:06 WIB

Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!”

9 March 2026 - 15:42 WIB

UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka

3 March 2026 - 15:43 WIB

Oknum Brimob diduga Tewaskan Pelajar MTs di Tual, KPAI dan Yusril Desak Hukuman Maksimal

25 February 2026 - 11:42 WIB

Disdik DKI Tetapkan Batas Akhir Kegiatan Belajar Selama Ramadan Pukul 14.00 WIB

23 February 2026 - 10:38 WIB

Trending on Pendidikan