KALAMOEDA.COM, Bandung – Memasuki penghujung tahun 2025, Jalan Braga dipadati oleh wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Lonjakan jumlah pengunjung terlihat jelas sejak siang hingga malam hari, menjadikan kawasan ini salah satu pusat keramaian paling menonjol di Kota Bandung menjelang pergantian tahun.
Tingginya arus wisatawan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan tersebut. Beragam lapak makanan, minuman, Photobooth, dan cendera mata lainnya ramai dikunjungi pembeli. Kondisi ini turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satu pedagang yang merasakan langsung dampak tersebut adalah penjual es durian, Bapak Iip. Ia menyampaikan pengalamannya selama berjualan di tengah lonjakan pengunjung akhir tahun.
“Ada peningkatan jualan secara meningkat dari hari-hari biasa, dan semakin banyak pengunjung omset pun juga naik,” ujarnya saat diwawancarai Kalamoeda.id pada Selasa, (30/12/12).
Meski demikian, tingginya jumlah pengunjung juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pedagang. Bapak Iip menuturkan bahwa kondisi lapangan yang semakin padat menuntut penyesuaian dalam aktivitas berjualan.
“Tempatnya menjadi sempit dan ramai sehingga itu menjadi tantangan dalam berjualan di akhir tahun baru 2025,” tambahnya.
Selain dirasakan oleh pedagang, kepadatan kawasan Braga juga menjadi perhatian para pengunjung. Salah satunya datang dari pengunjung asal Majalengka, Dede, mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke Braga pada momen tersebut.
“Ini kali kedua saya ke Braga dan saya tidak expect kalo Braga akan sangat seramai ini. Karena terakhir ke Braga di hari biasa itu sudah bisa dibilang ramai apalagi hari menjelang tahun baru ini,” ujarnya saat diwawancarai Kalamoeda.id pada Selasa, (30/12/12).
Lonjakan wisatawan di kawasan Braga Bandung menjelang tahun baru 2026 membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM, meskipun kepadatan kawasan menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian ke depan.
Fahri Muazammil telah berkontribusi pada penulisan ini







