Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Breaking News

Fenomena Tawuran Konten: Nyawa Jadi Taruhan Demi Eksistensi Digital

badge-check


					Tribratanews Polresta Cirebon - Personel Polsek Pabedilan melakukan dialog preventif dengan remaja (Foto: Tribratanews Polresta Cirebon) Perbesar

Tribratanews Polresta Cirebon - Personel Polsek Pabedilan melakukan dialog preventif dengan remaja (Foto: Tribratanews Polresta Cirebon)

KALAMOEDA.COM — Maraknya aksi tawuran antar pelajar yang kembali meresahkan masyarakat belakangan ini, ternyata memiliki motif baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan lagi semata-mata soal perebutan wilayah atau dendam antar sekolah, melainkan demi kebutuhan konten media sosial agar viral.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Kala Moeda dari berbagai kasus viral awal tahun 2026, pola tawuran kini berubah drastis. Seperti insiden penyiraman air keras di Jakarta Pusat hingga kasus bom molotov di Kalimantan Barat, semuanya memiliki benang merah yang sama: Eksistensi Digital.

Para pelaku kerap melakukan “janjian” melalui Direct Message (DM) Instagram, dengan syarat wajib adanya perekaman video saat aksi berlangsung. Fenomena ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian yang menyebut bahwa admin media sosial kini berperan sebagai provokator utama.

Mengutip pernyataan Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Josua Sitompul, dalam berbagai kesempatan menyoroti bahwa motif tawuran kini bergeser menjadi ajang aktualisasi diri yang salah. Pelajar merasa “gagah” jika aksinya ditonton ribuan orang.

“Para pelaku tawuran ini biasanya memiliki peran masing-masing. Ada eksekutor, ada joki, dan sekarang ada peran baru yaitu ‘kameramen’. Tujuannya jelas, untuk diposting di media sosial sebagai bukti kekuatan kelompok mereka,” ungkap pihak kepolisian dalam rilis pers penanganan kasus tawuran remaja.

Fenomena ini juga memicu keresahan di kalangan pelajar yang tidak terlibat. “Ngeri banget sih. Jujur jadi takut kalau pulang sekolah agak sore. Soalnya mereka itu kan nyari musuhnya acak, kadang cuma buat pamer di story,” ujar Rian, salah seorang siswa SMA di Bandung kepada Kala Moeda (Netizen/Voxpop).

Pihak kepolisian menegaskan akan memperketat sanksi. Pelajar yang terlibat, terutama yang membawa senjata tajam atau air keras, terancam pidana penjara dan catatan kriminal (SKCK) yang akan menghambat masa depan mereka.

DAFTAR SUMBER BERITA

  • megapolitan.kompas.com
  • humas.polri.go.id
  • tribratanews-polrescirebon.com
  • detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Oknum Brimob diduga Tewaskan Pelajar MTs di Tual, KPAI dan Yusril Desak Hukuman Maksimal

25 February 2026 - 11:42 WIB

Pelantikan FOS Jabar Jilid 7 Digelar di SMKN 12 Bandung, Tongkat Estafet Kepemimpinan Resmi Berlanjut

12 February 2026 - 16:40 WIB

Pelajar Asal Cimahi Tewas Setelah Terjun dari Flyover Pasopati Bandung.

12 February 2026 - 13:33 WIB

Ribuan pelajar terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.

10 February 2026 - 16:01 WIB

Keramaian Akhir Tahun di Braga Dorong Kenaikan Omzet Pedagang

7 January 2026 - 07:33 WIB

Trending on Breaking News