Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Breaking News

Momen Menarik Pelestarian Budaya Lokal di Braga Lewat Tari dan Pencak Silat

badge-check


					Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Menggelar acara bertajuk Pencak Silat on The Street di Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (1/6/25) (Sumber Foto: Anisa Triani/Kala Moeda) Perbesar

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Menggelar acara bertajuk Pencak Silat on The Street di Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (1/6/25) (Sumber Foto: Anisa Triani/Kala Moeda)

KALAMOEDA.COM, Bandung — Angkatan Muda Siliwangi (AMS) sebagai organisasi yang mendukung pelestarian budaya lokal khususnya budaya sunda, menggelar acara bernama Pencak Silat on The Street yang bertempat di Braga, pada Minggu (01/06/2025).

Menurut Kepala Pelaksana, Oji Ensoemantri, penyelenggaraan Pencak Silat on The Street ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pihak organisasi terkait adanya isu bahwa budaya pencak silat akan diakui oleh negara lain dan kurangnya perhatian dari masyarakat, sehingga dibukalah ruang pelestarian budaya ini.

“Pencak Silat itu seringnya ditayangkan di pinggiran-pinggiran kota, di daerah-daerah. Nah, hari ini kita akan tarik Pencak Silat itu bukan hanya di daerah-daerah, tapi di tengah kota,” ujar Oji saat diwawancara Kala Moeda pada Minggu (01/06/2025).

Dengan adanya Braga beken ini juga dijadikan peluang oleh AMS untuk mengenalkan dan melestarikan budaya-budaya lokal, khususnya di Kota Bandung.

“Positif banget sih, ya, buat kita ngingetin budaya kita. Di Sunda itu kan ada pencak silat, kaya jaipong gitu, buat ngenalin juga ke yang lewat sini, kan bukan orang Bandung doang ya, banyak juga orang dari luar, buat ngenalin di kita tuh ada kesenian kaya pencak silat sama jaipong gitu,” ujar Taka, salah seorang pengunjung.

Acara ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali, AMS membuka peluang bagi seluruh masyarakat atau sanggar-sanggar budaya yang berminat untuk terlibat dalam festival budaya ini.

Pendaftaran bisa dilakukan dengan mendatangi langsung Kantor Kesekretariatannya dan bisa dilakukan secara online melalui link media sosial mereka.

“Harapannya, kami menitip pesan kepada setiap anak muda, jangan sampai kita membicarakan modern tetapi lupa pada budaya yang dianggap kuno. Tidak harus gengsi atau malu, kita harus selalu melestarikan budaya kita,” tutup Oji.

Muhammad Annazriel Sanjaya dengan Tim telah berkontribusi atas penulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Oknum Brimob diduga Tewaskan Pelajar MTs di Tual, KPAI dan Yusril Desak Hukuman Maksimal

25 February 2026 - 11:42 WIB

Pelantikan FOS Jabar Jilid 7 Digelar di SMKN 12 Bandung, Tongkat Estafet Kepemimpinan Resmi Berlanjut

12 February 2026 - 16:40 WIB

Pelajar Asal Cimahi Tewas Setelah Terjun dari Flyover Pasopati Bandung.

12 February 2026 - 13:33 WIB

Ribuan pelajar terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.

10 February 2026 - 16:01 WIB

Fenomena Tawuran Konten: Nyawa Jadi Taruhan Demi Eksistensi Digital

9 February 2026 - 17:11 WIB

Trending on Breaking News