KALAMOEDA.COM, Bandung — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kota Kembang di kancah internasional. Tiga siswa dari Bina Bangsa School Bandung sukses menyabet gelar juara dalam ajang bergengsi Change It Challenge yang diselenggarakan oleh Monash University, Indonesia.
Kemenangan ini diraih berkat ide brilian mereka dalam menanggulangi pencemaran air di Sungai Citarum, yang kemudian dipresentasikan secara apik di hadapan dewan juri.
Tim juara yang digawangi oleh Muhammad Rafa Putra Rizky, Liemas Owen Sanjaya, dan Zafira Ivy ini tidak hanya sekadar memaparkan teori. Mereka menawarkan solusi konkret untuk masalah lingkungan yang sudah menahun di Jawa Barat, yakni pencemaran sungai.
Dalam presentasinya, mereka menyoroti bahaya limbah logam berat dan sampah yang mengancam pasokan air masyarakat. Solusi yang mereka tawarkan pun terbilang inovatif namun tetap sederhana dan aplikatif: Filter Air Berbiaya Rendah.
Alat penyaring air ini dikembangkan menggunakan material yang mudah didapat, seperti arang, pasir, dan kerikil. Tak hanya itu, mereka juga menginisiasi gerakan gotong royong membersihkan sungai secara manual dengan menggandeng komunitas lokal dan LSM, serta memastikan sampah yang terkumpul didaur ulang untuk menutup siklus limbah.
Berkat kemenangan di tingkat nasional ini, Rafa, Owen, dan Zafira berhak mewakili Indonesia untuk melaju ke babak final internasional. Mereka dijadwalkan akan terbang ke Melbourne, Australia, pada pertengahan tahun 2026 mendatang untuk bersaing dengan finalis lain dari seluruh dunia.
Dalam kompetisi final Indonesia, mereka berhasil menyisihkan lima tim tangguh lainnya, termasuk perwakilan dari Springfield School (Jakarta Barat & Raffles Hills), North Jakarta Intercultural School (NJIS), Mentari Intercultural School, dan Taman Rama Intercultural School (TRIS).
Ketua Dewan Juri sekaligus Associate Director of Growth Region Monash University, Mark Scherian, memberikan apresiasi tinggi terhadap kedalaman riset dan jiwa kepemimpinan para peserta.
Melansir rilis resmi yang diterima Kompas.com pada Senin (09/02/2026), Mark mengungkapkan rasa bangganya terhadap talenta muda Indonesia.
“Sungguh sebuah kehormatan dapat menyaksikan semangat para peserta berprestasi tinggi ini, sekaligus memetik inspirasi dari mereka. Kami akan segera menghubungkan mereka dengan para akademisi dan tokoh-tokoh berprestasi dari jaringan global kami,” ujar Mark saat diwawancarai oleh tim redaksi Kompas.com pada Senin (09/02/2026).
Ajang Change It Challenge sendiri memang dirancang untuk mendorong siswa SMA agar peka terhadap masalah lokal maupun global, serta berani merancang solusi praktis untuk perubahan yang bermakna.
Selamat untuk Rafa, Owen, dan Zafira! Semangat berjuang di Australia dan bawa harum nama Indonesia! 🇮🇩🔥
Sumber Referensi:
Artikel ini disarikan dari laporan Kompas.com mengenai Press Release Monash University Indonesia terkait pemenang Change It Challenge 2026.







