KALAMOEDA.COM, Bandung – Menjadi mahasiswa yang rutin menulis jurnal ilmiah memang bukan hal mudah. Namun, hal tersebut berhasil ditaklukan oleh Palendika Alindira, mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung, yang sudah menerbitkan 15 jurnal di berbagai tingkat SINTA, mulai dari SINTA lima hingga SINTA dua.
Palen mengaku dia takut dan tidak mau menjadi “sarjana prematur”, lulus tanpa karya nyata. Sejak semester dua, dia mulai serius mengasah kemampuan menulis ilmiah dan memilih jalur kritik sastra, sebuah bidang yang menurutnya memiliki peluang besar namun masih jarang digarap oleh mahasiswa di fakultasnya.
“Prosesnya nggak mudah, kesulitan nya ya pas kemarin nulis SINTA 2, beberapa kali revisi 15 point untuk satu artikel, terus naik lagi jadi 20 capek banget soalnya berbulan-bulan kan itu. 3-4 bulan saya nulis bahkan sempat pengen yaudah ini karya terakhir saya gitu, tapi ternyata saya masih lanjut sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (2/6/2025).
Dia juga menyebutkan tantangan terbesarnya selama proses menulis adalah distraksi digital seperti gadget menjadi hambatan utama. Namun dia punya trik ampuh untuk mengatasinya, yaitu pakai pola 15515 dan pola 212.
“Cara mengatasinya ya saya pakai pola 15 5 15. 15 saya kerjain, 5 menit saya istirahat, 15 menit lagi saya kerjain. Untuk hari saya punya pola 2 1 2. 2 hari saya terus kerjain, 1 hari saya istirahat, 2 hari saya kerjain lagi.” Ujarnya.
Dengan kedisiplinan tinggi dan semangat yang besar, Palen mampu menembus ranah jurnal ilmiah yang ketat dan meraih prestasi yang sangat membanggakan. Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu memulai menulis, karena menulis bukan hanya tentang pencapaian akademis, tetapi juga tentang membentuk identitas intelektual dan meninggalkan warisan pengetahuan.
“Kalian jangan jadi sarjana prematur, 4 tahun kalian kuliah tanpa ada karya itu sangat menyedihkan.” Ujarnya
Kisah Palendika Alindira membuktikan bahwa dengan tekad dan usaha yang maksimal mahasiswa bisa mengatasi tantangan menulis jurnal dan meraih prestasi gemilang yang tidak hanya bermanfaat untuk dirinya, tapi juga untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
Eriska Yani Safitri berkontribusi pada penulisan ini.







