Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Mahasiswa

Palendika dan 15 Jurnalnya, Potret Mahasiswa Inspiratif di UIN Bandung

badge-check


					Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Palendika Alindira telah menerbitkan 15 jurnal ilmiah, berfoto bersama Wakil Rektor 1 UIN Bandung, Dadan Rusmana, pada Senin (2/6/25)
(Sumber Foto: Dok. Pribadi Palendika via WhatsApp) Perbesar

Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Palendika Alindira telah menerbitkan 15 jurnal ilmiah, berfoto bersama Wakil Rektor 1 UIN Bandung, Dadan Rusmana, pada Senin (2/6/25) (Sumber Foto: Dok. Pribadi Palendika via WhatsApp)

KALAMOEDA.COM, Bandung – Menjadi mahasiswa yang rutin menulis jurnal ilmiah memang bukan hal mudah. Namun, hal tersebut berhasil ditaklukan oleh Palendika Alindira, mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung, yang sudah menerbitkan 15 jurnal di berbagai tingkat SINTA, mulai dari SINTA lima hingga SINTA dua.

Palen mengaku dia takut dan tidak mau menjadi “sarjana prematur”, lulus tanpa karya nyata. Sejak semester dua, dia mulai serius mengasah kemampuan menulis ilmiah dan memilih jalur kritik sastra, sebuah bidang yang menurutnya memiliki peluang besar namun masih jarang digarap oleh mahasiswa di fakultasnya.

“Prosesnya nggak mudah, kesulitan nya ya pas kemarin nulis SINTA 2, beberapa kali revisi 15 point untuk satu artikel, terus naik lagi jadi 20 capek banget soalnya berbulan-bulan kan itu. 3-4 bulan saya nulis bahkan sempat pengen yaudah ini karya terakhir saya gitu, tapi ternyata saya masih lanjut sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (2/6/2025).
Dia juga menyebutkan tantangan terbesarnya selama proses menulis adalah distraksi digital seperti gadget menjadi hambatan utama. Namun dia punya trik ampuh untuk mengatasinya, yaitu pakai pola 15515 dan pola 212.

“Cara mengatasinya ya saya pakai pola 15 5 15. 15 saya kerjain, 5 menit saya istirahat, 15 menit lagi saya kerjain. Untuk hari saya punya pola 2 1 2. 2 hari saya terus kerjain, 1 hari saya istirahat, 2 hari saya kerjain lagi.” Ujarnya.

Dengan kedisiplinan tinggi dan semangat yang besar, Palen mampu menembus ranah jurnal ilmiah yang ketat dan meraih prestasi yang sangat membanggakan. Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu memulai menulis, karena menulis bukan hanya tentang pencapaian akademis, tetapi juga tentang membentuk identitas intelektual dan meninggalkan warisan pengetahuan.

“Kalian jangan jadi sarjana prematur, 4 tahun kalian kuliah tanpa ada karya itu sangat menyedihkan.” Ujarnya
Kisah Palendika Alindira membuktikan bahwa dengan tekad dan usaha yang maksimal mahasiswa bisa mengatasi tantangan menulis jurnal dan meraih prestasi gemilang yang tidak hanya bermanfaat untuk dirinya, tapi juga untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Eriska Yani Safitri berkontribusi pada penulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026

4 March 2026 - 14:29 WIB

UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka

3 March 2026 - 15:43 WIB

Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

2 March 2026 - 16:08 WIB

Disdik DKI Tetapkan Batas Akhir Kegiatan Belajar Selama Ramadan Pukul 14.00 WIB

23 February 2026 - 10:38 WIB

PERMIAS Dorong Kunjungan Prabowo ke AS Berpihak pada Perlindungan WNI, Peran Diaspora, dan Kepentingan Nasional

23 February 2026 - 10:29 WIB

Trending on Internasional