Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Mahasiswa

ORMABA VII Cetak Mahasiswa Berkarakter Islami dan Berjiwa Organisasi

badge-check


					Peserta dan panitia ORMABA VII Mahasiswa Peradaban berfoto bersama di akhir kegiatan di SMP SAIC Boarding School, Bandung, Minggu (15/02/2026). (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi) Perbesar

Peserta dan panitia ORMABA VII Mahasiswa Peradaban berfoto bersama di akhir kegiatan di SMP SAIC Boarding School, Bandung, Minggu (15/02/2026). (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

KALAMOEDA.COM, BANDUNG — Mahasiswa Peradaban menggelar Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) Angkatan VII pada 13–15 Februari 2026 di SMP SAIC Boarding School, Bandung. Kegiatan yang diikuti 47 mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bandung ini menjadi gerbang awal proses kaderisasi sekaligus momentum peneguhan arah gerak organisasi.

Mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri Anggota Mahasiswa Peradaban yang Berkarakter Islami dan Berjiwa Organisasi dalam Mewujudkan Peradaban yang Berkesadaran Nilai”, ORMABA VII hadir sebagai respons atas fenomena krisis jati diri mahasiswa. Evaluasi internal organisasi dan berbagai rujukan literatur menunjukkan adanya kecenderungan menurunnya tanggung jawab akademik, kepedulian sosial, serta melemahnya komitmen moral di kalangan mahasiswa.

Ketua Pelaksana ORMABA VII, Delvion Michael Ferdinand (Obing), menegaskan bahwa kegiatan ini dipersiapkan secara intensif selama lebih dari dua bulan dengan mengacu pada Term of Reference (ToR) yang telah disusun Steering Committee (SC) Umum.

“Persiapan ORMABA VII ini panjang dan tidak mudah. Kami menyusun konsep sejak pra-ORMABA hingga kegiatan inti. Bukan hanya teknis acara yang dibangun, tetapi juga soliditas dan kekuatan tim panitia,” ujar Obing saat diwawancarai tim Kala Moeda pada Selasa (18/02/2026).

Ia mengakui, tantangan terbesar panitia adalah mematahkan persepsi peserta yang menganggap ORMABA sebagai ospek pada umumnya.

“Di Mahasiswa Peradaban tidak ada konsep ospek. Namun banyak peserta yang datang dengan ekspektasi seperti itu. Tantangan kami adalah mengubah pola pikir tersebut melalui konsep yang matang dan pendekatan yang lebih humanis,” jelasnya.

Berbeda dari orientasi kampus yang identik dengan senioritas atau tekanan fisik, ORMABA VII mengedepankan pendekatan psikologis dan pembelajaran organik. Salah satu cirinya adalah adanya agenda tidur siang setiap pukul 13.00 serta penggunaan papan tulis tanpa proyektor selama sesi materi berlangsung. Pendekatan ini dirancang agar peserta dapat menyerap materi secara lebih fokus dan reflektif.

Selain pembentukan karakter calon anggota, ORMABA VII juga menghadirkan agenda pemilihan Ketua Angkatan Mahasiswa Peradaban Angkatan VII sebagai bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab kolektif.

Ketua Umum Mahasiswa Peradaban, Fauzan Nurcholish (Tejo), menekankan bahwa ORMABA merupakan pondasi utama dalam menjaga kesinambungan nilai dan arah perjuangan organisasi.

“ORMABA adalah gerbang awal kaderisasi. Disinilah kami menanamkan asas-asas pengkaderan seperti ketaqwaan, kepejuangan, dan persaudaraan. Tanpa pondasi yang kuat, regenerasi kepemimpinan tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Tejo saat diwawancarai tim Kala Moeda pada Selasa,(18/02/2026).

Menurutnya, organisasi tidak hanya membutuhkan mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, kedewasaan sosial, dan kesadaran nilai dalam setiap tindakan.

“Kami ingin anggota Angkatan VII memiliki kesadaran diri yang utuh. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi bertransformasi menjadi kader yang memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.

Salah satu peserta, Achmad Irfan Maulana (Ketan) dari Program Studi Manajemen Perusahaan, Universitas Teknologi Digital, sesi growth mindset menjadi materi yang paling berkesan karena mendorong refleksi mendalam terhadap pola pikir pribadi.

“Materi ini sangat relevan dengan diri saya. Saya dibuat berpikir keras dan menyadari hal-hal yang selama ini membuat saya tidak berkembang,” ungkapnya.

Meski menghadapi tantangan adaptasi, ia menilai proses tersebut sebagai bagian dari pembelajaran.

“Saya terbiasa dengan budaya kampus yang kurang tepat dalam membentuk pola pikir. Beradaptasi dengan gaya berpikir yang diajarkan di MP tidak mudah, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri,” tambahnya.

Melalui ORMABA VII, Mahasiswa Peradaban menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kaderisasi yang berorientasi pada pembentukan karakter, bukan sekadar formalitas penerimaan anggota baru. Di tengah dinamika dunia kampus yang semakin pragmatis, organisasi ini berupaya membangun generasi mahasiswa yang sadar akan peran sosial dan tanggung jawab moralnya.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, ORMABA VII menjadi pernyataan sikap bahwa perubahan tidak lahir dari seremonial, melainkan dari proses pembinaan yang konsisten dan berlandaskan nilai.

Cintiani Nuraeni telah berkontribusi pada penulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026

4 March 2026 - 14:29 WIB

UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka

3 March 2026 - 15:43 WIB

Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

2 March 2026 - 16:08 WIB

PERMIAS Dorong Kunjungan Prabowo ke AS Berpihak pada Perlindungan WNI, Peran Diaspora, dan Kepentingan Nasional

23 February 2026 - 10:29 WIB

Tingkatkan Minat Baca, KKN 91 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Resmikan Perpustakaan As-Sibyan

26 August 2025 - 09:20 WIB

Trending on Mahasiswa