Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Mahasiswa

Mapala Jadi Sorotan: Dugaan Kekerasan dalam Diksar yang Berujung Kematian

badge-check


					Ilustrasi. Mahasiswa Unila meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti kegiatan Diksar Mapala, Lampung, pada November 2024. Sumber foto: iStockphoto.com Perbesar

Ilustrasi. Mahasiswa Unila meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti kegiatan Diksar Mapala, Lampung, pada November 2024. Sumber foto: iStockphoto.com

KALAMOEDA.COM, Bandung — Lampung, Kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Lampung diduga mengandung unsur kekerasan sampai memakan korban pada November 2024. Untuk mendalami kasus ini, pihak kampus sudah membentuk tim investigasi.

“Kasus ini sudah diambil alih oleh pihak Universitas. Rektorat Unila juga sudah bentuk tim investigasi guna mencari kebenaran pada kasus kematian Pratama pada April 2025,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Nairobi di Bandar Lampung, Senin (2/6/2025).

Sementara Pratama, korban yang merupakan mahasiswa jurusan Bisnis Digital di FEB Unila dilaporkan meninggal dunia pada Senin (28/4/2025). Dugaan saat ini korban meninggal akibat menerima tindak kekerasan dari senior selama kegiatan berlangsung.

“Bulan April kalau tidak salah almarhum Pratama wafat indikasi adanya tumor otak sehabis operasi. Saat ini saya minta Wakil Dekan datangi ke rumah almarhum seperti masalah sebenarnya, dan bila ingin menuntut silahkan. Tetapi saat itu ibunya almarhum tidak ingin menuntut. Ini selesai kami pikir tidak ada masalah,” paparnya.

Nairobi menambahkan bahwa pihaknya sempat berdialog dengan sejumlah senior yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membenarkan adanya penyelewengan yang merujuk pada tindak kekerasan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memberikan peringatan berupa surat pernyataan pada organisasi tersebut.

“Kami juga memberikan surat pernyataan yang bunyinya, bahwa jika terulang lagi hal seperti maka organisasi ini akan dibekukan. Kami pikir sudah selesai kasus ini,” jelasnya.

Meski begitu, Nairobi mengatakan bahwa pihaknya siap untuk dimintai keterangan apabila kasus ini akan ditangani langsung oleh kepolisian.

Anisa Triani berkontribusi pada penulisan ini

Sumber: CNN Indonesia, Detiknews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026

4 March 2026 - 14:29 WIB

UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka

3 March 2026 - 15:43 WIB

Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

2 March 2026 - 16:08 WIB

PERMIAS Dorong Kunjungan Prabowo ke AS Berpihak pada Perlindungan WNI, Peran Diaspora, dan Kepentingan Nasional

23 February 2026 - 10:29 WIB

ORMABA VII Cetak Mahasiswa Berkarakter Islami dan Berjiwa Organisasi

19 February 2026 - 11:24 WIB

Trending on Mahasiswa