Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Opini

Pendidikan Kita Masih Terjebak Rutinitas, Saatnya Berubah!

badge-check


					Guru menjelaskan materi pelajaran dengan bantuan proyektor, siswa-siswi tampak antusias menyimak di dalam kelas, Rabu (16/7/2023). Sumber foto: Esensi TV Perbesar

Guru menjelaskan materi pelajaran dengan bantuan proyektor, siswa-siswi tampak antusias menyimak di dalam kelas, Rabu (16/7/2023). Sumber foto: Esensi TV

KALAMOEDA.COM, BANDUNG – Selama ini kita sering dengar bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan. Tapi kenyataannya, sistem pendidikan kita masih banyak berkutat di hal-hal yang itu-itu saja. Sekolah sering kali jadi tempat hafalan, ulangan, dan kejar nilai—bukan tempat yang bikin siswa penasaran, bertanya, atau mencoba hal baru.

Bayangkan, setiap hari siswa datang ke sekolah, duduk berjam-jam di kelas, dengar guru bicara, catat isi papan tulis, lalu pulang. Besok diulang lagi. Polanya sama. Padahal dunia di luar sana terus berubah, dan tantangan masa depan makin kompleks. Anak-anak kita butuh lebih dari sekadar hafalan.

Pendidikan idealnya bukan cuma soal nilai rapor. Tapi soal bagaimana siswa bisa berpikir kritis, belajar menyelesaikan masalah, kerja sama, dan berani berpendapat. Sayangnya, ruang untuk itu masih terbatas. Kurikulum padat, guru dikejar target, siswa pun merasa belajar hanya untuk ujian, bukan untuk hidup.

Ini saatnya kita berbenah. Sekolah perlu jadi tempat yang bikin siswa senang belajar, bukan stres. Caranya? Coba lebih banyak kegiatan yang aktif—diskusi, proyek kelompok, belajar dari pengalaman nyata. Guru juga perlu dukungan supaya bisa lebih kreatif dan nggak cuma sibuk urusan administrasi.

Kalau kita mau punya generasi yang siap menghadapi masa depan, maka pendidikan kita juga harus siap berubah. Bukan hanya soal apa yang diajarkan, tapi juga bagaimana caranya belajar. Karena belajar yang baik bukan yang bikin capek, tapi yang bikin tumbuh.

Rizkya Halimatus Sya’diah telah berkontribusi pada penulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jika 116 Kasus Belum Cukup Menggerakkan Kita, Lalu Berapa Lagi?

26 February 2026 - 10:09 WIB

Mengungkap Akar Masalah Bencana Banjir Di Pulau Sumatera : Ketika Bencana Ekologis Dibangun Pelan-Pelan oleh Kebijakan Sendiri

9 December 2025 - 10:16 WIB

Rawannya Penggunaan Narkoba Dikalangan Remaja

30 October 2025 - 17:37 WIB

Bubarkan DPR: Solusi Rakyat atau Masalah Baru?

6 October 2025 - 18:00 WIB

TNI Di Kampus: Sinergi Ilmu atau Ancaman Kebebasan Akademik?

1 October 2025 - 13:29 WIB

Trending on Opini