Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Internasional

Pemerintah AS Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing

badge-check


					Kampus Harvard di Cambridge, Massachusetts, AS. (Foto: AFP/JOSEPH PREZIOSO) Perbesar

Kampus Harvard di Cambridge, Massachusetts, AS. (Foto: AFP/JOSEPH PREZIOSO)

KALAMOEDA.COM, Bandung – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mencabut izin UH untuk menerima mahasiswa asing mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, pada akhir Mei lalu.

Alasan pencabutan izin tersebut karena Harvard dianggap tidak kooperatif dalam memberikan data tentang mahasiswa asing dan dicurigai mendukung aktivitas yang dinilai radikal oleh pemerintah.

Akibat keputusan ini, sekitar 6.800 mahasiswa internasional, termasuk 87 mahasiswa asal Indonesia terancam tidak dapat melanjutkan studi mereka di Harvard. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan dan sedang mengupayakan perlindungan serta dukungan hukum bagi mahasiswa yang terdampak.

Pihak Harvard menentang keputusan ini dan langsung mengajukan gugatan ke pengadilan federal. Pada Sabtu, (30/5/2025) Hakim Distrik AS, Allison Burroughs, mengeluarkan keputusan sementara untuk menangguhkan larangan tersebut, sehingga mahasiswa internasional masih bisa diterima hingga proses hukum selesai.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga menyarankan agar Harvard membatasi jumlah mahasiswa asing maksimal 15% dari total mahasiswa, dengan alasan untuk memberi lebih banyak kesempatan kepada warga negara AS.

Kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk komunitas akademik internasional yang khawatir akan menurunnya kualitas dan keberagaman di kampus Harvard.

 

Bilqis Kombali berkontribusi pada penulisan ini.

Sumber: Detik.com, RMOL.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan

10 March 2026 - 12:01 WIB

UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka

3 March 2026 - 15:43 WIB

El Mencho: Gembong Narkoba Paling Diburu Dunia Tewas dalam Operasi Militer, Gelombang Kekerasan Meletus di Meksiko

26 February 2026 - 14:30 WIB

Oknum Brimob diduga Tewaskan Pelajar MTs di Tual, KPAI dan Yusril Desak Hukuman Maksimal

25 February 2026 - 11:42 WIB

Indonesia di Board of Peace: Bermain Strategi atau Terjebak dalam Skema?

25 February 2026 - 11:31 WIB

Trending on Internasional