Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Mahasiswa

MAHAPEKA: Wadah Bagi Mahasiswa Pecinta Alam

badge-check


					Latihan rutin mingguan Wall Climbing UKM MAHAPEKA UIN Bandung di area Kampus, Senin (2/6/2025)
(Sumber Foto: Anisa Triani/Kala Moeda) Perbesar

Latihan rutin mingguan Wall Climbing UKM MAHAPEKA UIN Bandung di area Kampus, Senin (2/6/2025) (Sumber Foto: Anisa Triani/Kala Moeda)

KALAMOEDA.COM, Bandung — MAHAPEKA atau Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam merupakan bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa UIN Bandung yang bergerak di bidang pelestarian alam. Wall Climbing menjadi salah satu kegiatan yang rutin dilakukan oleh anggota UKM ini dalam seminggu.

Menurut penuturan dari Lailia, Ketua Divisi Panjat Tebing, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk latihan. “Paling kalo Wall Climbing-nya biasa dipakai buat latihan. Selain anak Mahapeka biasanya ada dari Mapala-Mapala lain yang ikut latihan juga. Jadi bukan cuma anak UIN Bandung aja. Bahkan ada yang dari kampus-kampus lain,” jelasnya ketika dijumpai oleh Kala Moeda pada Senin (2/6/25).

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kalau untuk panjat tebing ya pasti latihan manjat. Nah kalau kegiatan Susur Goa biasanya latihan SRT (Single Rope Technique) karena di gua kita harus turun pakai tali. Sebelum langsung ke gua, biasanya latihan dulu di sini,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan beberapa lokasi gua yang biasa dijadikan tujuan eksplorasi, seperti Gua Buni Ayu di Sukabumi dan beberapa gua di kawasan Padalarang.

Terkait keamanan kegiatan, Mahapeka mempunyai cara-cara untuk memastikan keselamatan peserta, terutama bagi anggota baru.

“Biasanya kalau angkatan baru, didampingi dulu sama yang senior. Kita kenalin cara pakai alat, cara manjat, dan lainnya lah. Sebelum mulai manjat juga kita ada pengecekan alat bareng-bareng. Kaya misal simpulnya dicek, harness-nya dicek,” katanya.

Mahapeka menggunakan perlengkapan yang sudah terstandar dan bergaransi. Bahkan, apabila terjadi kerusakan alat yang bukan karena kesalahan pengguna, mereka bisa meminta pertanggungjawaban dari pihak produsen.

“Kebetulan kita pake alat-alat yang udah bergaransi gitu lah. Jadi udah ada lisensi-nya. Kalau misalnya ada yang jatuh karena kesalahan alat, itu kita bisa minta pertanggungjawaban ke pihak yang buat alat,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang harapan ke depan, Lailia berharap Mahapeka terus berkembang dan lebih banyak mendapat anggota baru setiap tahun.

“Harapannya sih ya bisa lebih banyak yang ikut dan makin berkembang. Kan kita juga tiap tahun ada open recruitment. Semoga makin banyak yang daftar, soalnya menurut aku ini seru banget. Soalnya gak cuma naik gunung, tapi juga banyak kegiatan alam lainnya,” pungkasnya.

 

Anisa Triani berkontribusi pada penulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026

4 March 2026 - 14:29 WIB

UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka

3 March 2026 - 15:43 WIB

Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

2 March 2026 - 16:08 WIB

PERMIAS Dorong Kunjungan Prabowo ke AS Berpihak pada Perlindungan WNI, Peran Diaspora, dan Kepentingan Nasional

23 February 2026 - 10:29 WIB

ORMABA VII Cetak Mahasiswa Berkarakter Islami dan Berjiwa Organisasi

19 February 2026 - 11:24 WIB

Trending on Mahasiswa