Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Metro

Jalan Braga, Wadah Ekspresi Para Seniman Kota

badge-check


					Dede merupakan seorang Seniman sekaligus Pedagang Lukisan di Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (1/6/25). Perbesar

Dede merupakan seorang Seniman sekaligus Pedagang Lukisan di Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (1/6/25).

KALAMOEDA.COM, Bandung – Dede adalah salah seorang seniman sekaligus pedagang lukisan di kawasan Jalan Braga, dan mengisahkan perjalanan hidupnya selama lebih dari 52 tahun, yaitu sejak tahun 1970-an dalam menjaga warisan seni lukis keluarganya.

Sebagian besar lukisan yang ia jual adalah hasil buatan tangannya sendiri dan peninggalan mendiang kakaknya yang juga seorang pelukis. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi digital, peminat lukisan di Jalan Braga semakin menurun.

“Dulu kan banyak peminatnya dari masyarakat luar negeri, tapi sekarang karena ada hp jadi banyak beli di online,” ujarnya Minggu, (01/06/2025).

Lukisan-lukisan yang ada di kawasan Braga punya nilai yang tinggi, baik dari segi estetika maupun sejarah. Selain layak dilihat, karya-karya tersebut mampu menggambarkan suasana khas Bandung tempo dulu yang begitu kuat.

“Ya itu, ada nilai tersebut. Jadi kayak bisa balik ke zaman dulu, mencerminkan Bandung banget. Bandung tempo dulu banget gitu, Vibes-nya,” ujar Dendi salah seorang pengunjung.

Lukisan yang dijual di sana beragam, baik dari segi tema maupun harga. Ada yang harganya mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta, tergantung apakah lukisannya menarik atau tidak. Ia menyebutkan biasanya orang beli lukisan bukan karena harga atau nama pelukis, tapi karena mereka suka dan puas dengan lukisannya.

Di akhir wawancara, Dede menyampaikan harapannya agar pembeli tidak hanya fokus pada pembelian daring melainkan tetap mengunjungi tempat-tempat seni seperti yang ia kelola agar warisan budaya tetap hidup. “Yang penting terus berjalan, seperti lukisan ini, yang saya jaga sampai sekarang,” tutupnya.

Muhammad Andika Cahyadi dengan tim telah berkontribusi atas penulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Oknum Brimob diduga Tewaskan Pelajar MTs di Tual, KPAI dan Yusril Desak Hukuman Maksimal

25 February 2026 - 11:42 WIB

Pelantikan FOS Jabar Jilid 7 Digelar di SMKN 12 Bandung, Tongkat Estafet Kepemimpinan Resmi Berlanjut

12 February 2026 - 16:40 WIB

Pelajar Asal Cimahi Tewas Setelah Terjun dari Flyover Pasopati Bandung.

12 February 2026 - 13:33 WIB

Ribuan pelajar terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.

10 February 2026 - 16:01 WIB

Fenomena Tawuran Konten: Nyawa Jadi Taruhan Demi Eksistensi Digital

9 February 2026 - 17:11 WIB

Trending on Breaking News