Menu

Dark Mode
Ratusan Pemimpin Pelajar Muda Se-Jabodetabek Gegaskan Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Summit UIKA Bogor! Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan Gubernur Sumbar HEBOH! Larang Anak di Bawah 16 Tahun Menggunakan Medsos: “Jangan Sampai Rusak Generasi Bangsa!” Dari Pelantikan ke Pergerakan: KMHB UIN Bandung Resmi Awali Journey 2025–2026 UI Nyatakan Demonstran Viral yang Menunjuk Polisi Bukan Mahasiswa Mereka Kampus Bukan Alat Kekuasaan: Pesan Keras dari Sikap BEM UGM

Feature

Darurat Seksualitas Remaja: Minim Edukasi, Anak Rentan Jadi Korban

badge-check


					Ilustrasi orangtua memberikan edukasi seksualitas sejak dini (Sumber Foto: Pinterest) Perbesar

Ilustrasi orangtua memberikan edukasi seksualitas sejak dini (Sumber Foto: Pinterest)

KALAMOEDA.COM, Bandung – Ketika anak-anak menjadi korban prostitusi dan remaja memilih untuk hidup bersama tanpa pernikahan, muncul tanda tanya besar, dimana peran pendidikan dan keluarga?

Fenomena kohabitasi kembali menjadi sorotan karena meningkatnya kasus pasangan pria dan wanita yang hidup bersama seperti suami istri tanpa ikatan pernikahan resmi. Isu ini telah menjadi perhatian sejak lima tahun terakhir.

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sepanjang Januari hingga April 2021 tercatat 83% kasus prostitusi, 11% eksploitasi ekonomi, dan 6% perdagangan anak dari 53 kasus yang dimonitor, dengan jumlah korban mencapai 234 anak.

Menanggapi kasus yang masih terjadi hingga kini, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, menegaskan pentingnya edukasi siklus kehidupan bagi remaja.

“Saya meyakini karakter orang Indonesia berbeda, itu yang pertama. Yang kedua, memang kita perlu edukasi dan penjelasan kepada siapapun tentang siklus kehidupan, sehingga tidak ada yang perlu kita takuti,” ujarnya saat diwawancarai Humas Kemendukbangga, pada Jumat (13/6/2025).

Ia menekankan bahwa edukasi melalui program ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Sila Hamil) untuk bekal para calon pengantin agar lebih siap dalam membangun keluarga yang sehat, mencegah dampak negatif pernikahan dini dan mengurangi risiko stunting pada anak.

Namun, sebelum mencapai usia untuk nikah, anak-anak harus dibekali pengetahuan dasar tentang seksualitas. Hal tersebut disampaikan oleh Boyke Dian Nugraha yang menyesalkan kurangnya perhatian keluarga dalam memberikan pengetahuan tentang seks sejak dini.

“Anak-anak kita seharusnya sudah mendapatkan pengetahuan sejak dini. Masalahnya, banyak orang tua tidak pernah memberikan pendidikan tentang seks atau kesehatan reproduksi. Jadi ketika anak dilecehkan, mereka tidak tahu bahwa itu salah, tidak tahu cara melapor, dan tidak tahu cara melindungi diri,” Ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak orang tua atau keluarga yang merasa canggung dan tidak tahu mereka harus mulai darimana dan bagaimana cara menyampaikannya.

“Untungnya, sekarang mulai banyak buku-buku yang bisa membantu. Saya sendiri, misalnya, pernah menulis buku bersama dokter Sony, berjudul “Adik Bayi Datang dari Mana?”. Buku ini dibuat berdasarkan pengalaman kami sebagai orang tua. Isinya mudah dicerna, di sebelah kiri ada narasi untuk orang tua membacakan, di sebelah kanan ada gambar-gambar kartun untuk anak-anak,” Lanjutnya.

Menurut WHO (World Health Organization) seks memang hal yang tabu, banyak yang menganggap seks edukasi itu hanya tentang melarang remaja berhubungan seks.

“Pendidikan seksualitas bukan hanya membahas soal seks dan reproduksi, melainkan bertujuan untuk mempersiapkan remaja menjalani kehidupan seksual dan reproduksi yang sehat dan menyenangkan, serta mencegah masalah dan memperoleh perawatan jika masalah tersebut terjadi,” Tegasnya.

Meningkatnya kasus eksploitasi anak, kohabitasi serta belum siapnya remaja menghadapi dunia dewasa menunjukkan perlunya kolaborasi antara pemerintah, keluarga dan tenaga kesehatan untuk memperkuat edukasi seksualitas dan kesehatan reproduksi sejak dini.

Eriska Yani Safitri telah berkontribusi pada penulisan ini

Sumber : KPAI.go.id, BKKBN.go.id, YouTube Dr. Boyke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengkhianatan Pertemanan Berujung Tragedi: Kisah Remaja SMPN 26 Bandung yang Direkayasa Jadi Korban Penculikan

10 March 2026 - 12:01 WIB

Arah Pendidikan Selalu Mencerminkan Arah Negara: Perspektif Sistem Pendidikan Global

20 February 2026 - 16:20 WIB

HOS Project Selenggarakan Pengabdian Masyarakat Melalui Program Kawasan Bina Progresif I di Desa Bojongsari

5 August 2025 - 16:00 WIB

Dari Hinaan Menjadi Pabrik Nasional: Kisah Inspiratif Owner Muda Penerbit Lovrinz Publishing Raup Omzet Jutaan Rupiah

20 June 2025 - 16:46 WIB

Trending on Feature